Dok. Jurnal Perempuan Kajian Feminisme dan Filsafat (KAFFE) kembali menyelenggarakan diskusi yang penting untuk diperbincangkan pada hari ini, pembahasan mengenai “Kekuasaan dan Politik Feminis" dilaksanakan pada Jumat (19/9/2025) melalui Zoom Meeting. Diskusi ini diampu oleh Rocky Gerung yang merupakan seorang akademisi filsafat Indonesia dan dimoderatori oleh Asterlita Tirsa Raha dari staf redaksi Jurnal Perempuan. Diskusi ini memperbincangkan perihal bagaimana membayangkan demokrasi Indonesia yang berpihak pada kehidupan, bukan sekadar pada kekuasaan. Perjuangan Perempuan Akar Rumput Memperoleh Keadilan yang Nyata dalam Pendidikan Publik 11924/10/2025
Dok. Jurnal Perempuan Pendidikan Publik 119 yang dilakukan oleh Jurnal Perempuan (21/10/2025) merupakan sebuah diseminasi yang diselenggarakan setelah terbitnya Jurnal Perempuan 119: Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pembangunan yang didukung oleh Institut KAPAL Perempuan. Asterlita Tirsa Raha selaku moderator menjelaskan bahwa, tema pada edisi kali ini berangkat dari pengetahuan yang berasal dari pengalaman hidup sehari-hari perempuan. Pemateri pada acara ini adalah Tracy Pasaribu dari KEMITRAAN, Budhis Utami dan Ulfa Kasim dari Institut KAPAL Perempuan, Dina Lumbantobing dari PESADA, dan Ninik Heca dari SIGAB Indonesia. Dok. Jurnal Perempuan Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) menyelenggarakan diskusi publik dan peluncuran riset yang berjudul “Saling Rawat, Saling Jaga: Merajut Jejaring Pendukung Pekerja Perempuan & Ragam Gender” di ruang aula Gudskul, Jakarta Selatan (11/10/2025). Ganies Oktaviana selaku moderator menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan medium berbagi atas kerja-kerja yang telah diupayakan SINDIKASI sepanjang Juni dan Juli 2025 mengenai penghapusan diskriminasi berbasis gender, keadilan kerja dan solidaritas lintas kerja. Diskusi ini sekaligus juga menunjukkan rasa syukur atas 8 tahunnya SINDIKASI melakukan pendidikan, riset, pengorganisasian, dan advokasi, khususnya tentang ruang yang lebih aman untuk kondisi kerja yang lebih baik untuk keragaman gender di Indonesia. Pembicara pada diskusi ini adalah Selira Dian sebagai Koordinator Divisi Gender dan Inklusi Sosial SINDIKASI, Wanda Roxanne sebagai aktivis perempuan, Steven Handoko sebagai Tim Peneliti Riset Tubuh & Menubuh: Kondisi Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Seni dan Kreatif, dan Isvara Devati sebagai pekerja seni. Dok. Jurnal Perempuan Di tengah meningkatnya kritik publik terhadap kinerja kepolisian, berbagai kalangan akademisi mulai mendorong diskusi yang lebih serius mengenai arah reformasi institusi Polri. Salah satunya melalui Seminar Nasional “Ke Mana Arah Reformasi Kepolisian?” yang diselenggarakan pada Rabu (8/10/2025) di IASTH Lantai 5 Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Jakarta Pusat. Dok. Jurnal Perempuan Pada Selasa (7/10/2025), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang didukung koalisi Reformation for Police (RFP) menggelar diskusi publik dalam rangka penerbitan liputan kasus-kasus yang melibatkan polisi. Liputan ini dilakukan di 6 provinsi di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. Pada diskusi publik yang berjudul catatan kelam perilaku polisi, menagih reformasi Polri ini AJI mengundang tiga narasumber yaitu: Iftitahsari yang merupakan peneliti ICJR (Institute for Criminal Justice Reform), Bayu Wardana sebagai Sekjen AJI, dan mulanya AJI turut mengundang Komjen Pol, Chryshnanda Dwilaksana yang merupakan Ketua Tim Reformasi Polri, tetapi pada diskusi ini, diisi oleh Gufron Mabruri selaku Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dok. Jurnal Perempuan Webinar “Peringatan Hari SDGs, Hari Kontrasepsi Internasional & Hari Aborsi Aman”, diselenggarakan oleh Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2) yang bekerja sama dengan Indonesia Feminis (30/9/2024). Webinar ini mendiskusikan tentang sejarah kontrasepsi untuk pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan, dan peran kontrasepsi dan aborsi aman dalam pencapaian SDGs. Webinar ini mengundang Budi Wahyuni yang merupakan Ketua Dewan Pakar LP2 yang aktif menangani isu hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) sekaligus penggiat hak HAM sejak 42 tahun yang lalu, serta Leny Jakaria yang merupakan Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang juga merupakan pekerja sosial. Jalannya webinar ini dipandu oleh Evie Permata Sari selaku MC, dan Dea Safira selaku Moderator. Dok. Jurnal Perempuan Pada Kamis (25/9/2025), telah diselenggarakan Pra Conference IMMAWATI International Conference dengan tema besar Transcending Boundaries, Reclaiming Space: Muslim Women Lead the Change. Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui platform Zoom, dengan menghadirkan dua pemateri utama, yaitu, Nada Salsabila (Yayasan Jurnal Perempuan) yang membawakan topik Literasi Digital Feminis: Advokasi, Keamanan, dan Kesadaran Kritis dan Dwi Yuliawati (Head of Programmes UN Women Indonesia) dengan materi bertajuk Setarakah Ruang Digital Kita? Suara dan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender di Era Digital. Kehadiran keduanya memberi warna berbeda, tetapi tetap dalam kerangka yang saling melengkapi mengenai tantangan sekaligus peluang perempuan dalam dunia digital. Dok. Jurnal Perempuan Matahari hampir tenggelam, tetapi di sekitaran Boulevard Universitas Gadjah Mada masih dipenuhi perempuan-perempuan yang berasal dari beragam organisasi dan profesi sembari membaca alat-alat masak. Mulai dari panci, wajan, spatula, hingga cangkir kaleng memenuhi kedua tangan para perempuan tersebut. Bukan untuk memasak, alat-alat dapur ini dibawa ke jalan, digunakan untuk menyuarakan keresahan mereka atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (26/9/2025). Dok. Jurnal Perempuan Kajian Feminisme dan Filsafat (KAFFE) kembali menghadirkan diskusi yang menggugah dengan topik “Banalitas Negara dan Politik Seksualitas dalam Pandangan Filsafat Sejarah Feminis". Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (19/9/2025) melalui Zoom Meeting ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bagaimana sejarah Indonesia masih direproduksi dengan tendensi totaliter dan bagaimana kekerasan masih dipraktikkan oleh aparatus yang menguat dalam masyarakat sipil. Diskusi ini menghadirkan Dr. Ruth Indiah Rahayu, seorang akademisi feminis dan peneliti INKRISPENA, sebagai narasumber utama yang membedah kompleksitas persoalan historiografi Indonesia dari lensa filsafat sejarah feminis. Dok. Jurnal Perempuan Annual Kartini Conference on Indonesian Feminisms atau KCIF kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya. 3rd Annual Kartini Conference on Indonesian Feminisms (KCIF2025) berlangsung secara online melalui Zoom pada 14-21 September 2025 dengan mengusung tema “Di Antara Badai Krisis Internal dan Eksternal: Masa Depan Feminisme dan Aktivisme Feminis.”. Acara ini diorganisasi oleh A Consortium for Plural and Inclusive Indonesian Feminisms, yang melibatkan tiga organisasi feminis, yaitu LETSS Talk, Kalyanamitra, dan Mitra Wacana. Beragam isu feminisme dan sosial akan menjadi tema sesi-sesi panel dalam KCIF2025. Dari isu krisis ekologi, energi terbarukan, maskulinitas dan politik, kekerasan gender dan seksual online, kanker payudara, feminisme lintas generasi, pekerja rumah tangga migran, buruh perempuan, kerja perawatan, kesehatan mental, disabilitas, pengungsi, masyarakat adat, lanjut usia, gerakan anti-tembakau, sastra dan film, perlindungan anak, hingga perkembangan gerakan feminisme, termasuk feminisme digital. Beberapa sesi dalam KCIF2025 akan dilengkapi dengan Juru Bahasa Isyarat agar bisa diakses oleh kawan-kawan Tuli. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
November 2025
Categories |










RSS Feed