Dok. Jurnal Perempuan Dalam rangka menyongsong 100 tahun perjalanan Saparinah Sadli, Prodi Kajian Gender Departemen Kajian Stratejik, Ketahanan, dan Keamanan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) menyelenggarakan kuliah bertajuk “Feminist Political Ecology as A Convening Space in Challenging Times” yang dibawakan Prof. Rebecca Elmhirst dari University of Brighton, Inggris pada Rabu (4/2/2026) lalu. Dok. Jurnal Perempuan Peliputan isu aborsi di media Indonesia masih didominasi oleh stigma, framing kriminal, dan pendekatan moralistik yang menyederhanakan pengalaman perempuan. Realitas ini menjadi latar belakang peluncuran Panduan Media Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalitas yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Samsara pada Senin (2/2/2026), di Jakarta. Dok. Jurnal Perempuan Angka-angka itu dingin, tetapi tubuh yang dikorbankan nyata. Di Tanah Papua, kehamilan masih menjadi ruang paling rawan bagi perempuan, bukan karena kodrat biologis semata, melainkan karena ketimpangan struktural yang terus dibiarkan. Diskusi publik bertajuk “Dari Rahim ke Statistik: Krisis Kesehatan Ibu dan Anak di Tanah Papua” yang diselenggarakan secara daring oleh Komunitas Anggrek Hitam pada Senin (2/2/2026) membuka kembali fakta yang menggelisahkan, rahim perempuan Papua masih diperlakukan sebagai statistik belum jadi prioritas kebijakan. Dok. Jurnal Perempuan Rabu (28/1/2026) pukul 10.15 WIB, Ruang Badan Anggaran Lantai 2 DPRD DIY mulai ramai dipenuhi undangan. Kehadiran Sahabat Jurnal Perempuan di DPRD DIY membawa misi besar. Sekitar 50 peserta yang hadir meliputi berbagai sektor, baik dari sektor pendidikan, komunitas perempuan lokal, komunitas agama dan instansi publik. Diskusi bertajuk “Perempuan dalam Kebijakan Daerah” menjadi ruang krusial untuk menagih janji kebijakan yang ramah perempuan dan difabel. Pertemuan ini menyoroti minimnya representasi perempuan di parlemen DIY yang saat ini hanya mencapai kisaran 18-19 persen, atau setara dengan 10 orang dari total 55 anggota. Dok. Jurnal Perempuan Kamis (22/1/2025), telah dilaksanakan kegiatan lokakarya mengenai sunat perempuan atau Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) yang dilaksanakan oleh Aliansi Remaja Independen (ARI) atas dukungan program TRANSITION dan Kementerian Luar Negeri Republik Ceko. Kegiatan dilaksanakan di bilangan Jakarta Pusat. Eco-ableism dan Ketimpangan Struktural: Membaca Inklusi Disabilitas dalam Krisis Lingkungan Hidup26/1/2026
Dok. Jurnal Perempuan Diskursus lingkungan hidup kerap diposisikan sebagai isu teknis dan universal, seolah dampak krisis ekologis dirasakan secara setara oleh semua orang. Padahal, pengalaman krisis lingkungan selalu bersifat tidak netral. Ia beroperasi melalui relasi kuasa, struktur sosial, dan kategori identitas yang saling beririsan—termasuk gender dan disabilitas. Perspektif inilah yang mengemuka dalam webinar “Hambatan Inklusi Disabilitas pada Persoalan Lingkungan Hidup dalam Konteks Eco-ableism” yang diselenggarakan oleh Mubadalah.id, via Zoom pada hari Kamis (22/1/2026), Pukul 15.30–17.00 WIB, dengan menghadirkan Hari Kurniawan, S.H., C.M.C., seorang profesional hukum, konsultan, pelatih GEDSI serta purna komisioner KOMNAS HAM periode tahun 2022-2025. Cerita Cinta Tanpa Batas: Peluncuran Buku “Kamarina Rindu Cinta” dan Diskusi Literasi Inklusif21/1/2026
Dok. Jurnal Perempuan Dalam rangka memperingati Hari Braille Internasional, Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan diskusi dan peluncuran novel “Kamarina Rindu Cinta” karya Firliana Purwanti di Jakarta pada Rabu (14/1/2026). Selain berbentuk fisik, buku ini diluncurkan dalam bentuk audio digital dengan format Digital Accessible Information System (DAISY) dan E-PUB yang aksesibel bagi pembaca disabilitas netra. Acara ini mengundang Dina Lorenza (pekerja seni sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat), Aria Indrawati (Humas Yayasan Mitra Netra) serta dimoderatori oleh Hadianti Ramadhani, seorang digital content creator dan penulis disabilitas netra. Dipinggirkan hingga Dibungkam: Hilangnya Suara Perempuan Adat Dibahas dalam KAFFE Desember 202519/12/2025
Dok. Jurnal Perempuan Kajian Feminisme dan Filsafat (KAFFE) bertajuk “Gender di Ruang Adat: Membaca Ulang Aturan Peran dan Kekuasaan melalui Feminist Legal Theory” dilangsungkan via Zoom Meeting pada Kamis (18/12/2025). Kajian kali ini mengungkap peminggiran perempuan dalam ruang dengan kuasa yang ada di balik klaim pelestarian nilai dan identitas budaya, praktik hukum adat di berbagai wilayah Indonesia. KAFFE Desember 2025 mengundang Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo selaku dosen di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai pengajar kelas. Dok. Jurnal Perempuan Perlindungan pekerja migran Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi politik nasional, meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, serta krisis ekologi yang kian mempersempit ruang hidup masyarakat. Kompleksitas persoalan ini dibahas secara mendalam dalam Dialog Publik “Situasi Pekerja Migran Indonesia dalam Dinamika Ekonomi Politik Nasional, Gejolak Geopolitik, dan Krisis Ekologi” yang diselenggarakan oleh Migrant CARE pada Senin (15/12/2025) secara daring dan luring di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi. Melawan Lupa, Merawat Resistensi: Mendengar Kembali Suara Perempuan di Pendidikan Publik 12011/12/2025
Dok. Jurnal Perempuan Senin (8/12/25) lalu, Pendidikan Publik 120 Jurnal Perempuan dilangsungkan di Aula D Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Pendidikan Publik 120 merupakan sebuah upaya membuka kembali halaman-halaman sejarah perempuan yang selama puluhan tahun diredam oleh rezim Orde Baru. Acara ini menegaskan bahwa melawan lupa bukan hanya tugas akademik, melainkan etika politik untuk merawat demokrasi. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
March 2026
Categories |










RSS Feed