Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Pekerja Rumah Tangga dalam Gig Work: Sebuah Tantangan dan Peluang bagi Perempuan

7/5/2024

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Pada Kamis (2/5/2024), Program Studi Kajian Gender, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Universitas Indonesia, menyelenggarakan Kuliah Tamu yang bertajuk “Indonesian Domestic Workers in Gig Work”. Kegiatan yang diadakan di Aula SKSG Gedung IASTH lantai 5, Kampus UI Salemba pada pukul 15.00-17.00 WIB tersebut mengundang seorang akademisi dari Yokohama National University, yakni Keiko Hirano, Ph.D.

     Sejak tahun 2008 hingga 2009, Keiko telah aktif melakukan penelitian mengenai pekerja domestik di Cianjur, Jawa Barat. Berangkat dari perjalanan penelitian ini pula, dirinya berhasil meraih gelar doktor. Keiko juga turut meneliti perihal gig workers dalam bidang tenaga kerja reproduksi dari tahun 2018 hingga saat ini. Pengalaman berkecimpung dengan perempuan Indonesia melalui jejak penelitiannya, membuat Keiko memahami realitas sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelindan dalam kehidupan mereka.

     Melalui pemaparannya pada Kuliah Tamu ini, Keiko pertama-tama menguraikan perihal definisi dari gig work itu sendiri. Baginya, gig work merupakan sektor pekerjaan yang menggunakan platform digital. Karakteristik dari jenis pekerjaan satu ini sangat sarat dengan kondisi yang kontingen, paruh waktu, sementara, dan intermiten. Dalam konteks ini, gig work tidak bersifat teratur pada jangka waktu yang panjang. Melainkan, sangat dependen dengan permintaan dari pelanggan atau pasar. Dengan demikian, seringkali pekerja harus menghadapi panggilan yang mendadak dan tidak mengenal hari libur misalnya. Di samping itu, ia merupakan jenis pekerjaan yang fleksibel sehingga hanya berpatok pada periode waktu yang terbatas. Hal ini juga mengakibatkan pekerja gig work biasanya tidak pernah mendapatkan jaminan pekerjaan yang berkelanjutan.

     Pada negara seperti Indonesia, gig work telah dipekerjakan sejak masa kolonial. Secara spesifik, gig work di negara ini cenderung didominasi oleh pekerja perempuan muda migran yang berasal dari daerah ke wilayah perkotaan. Sejak tahun 2015, jumlahnya mengalami peningkatan yang signifikan sejalan dengan perkembangan platform digital dalam menawarkan jasa, pun permintaan pasar.

     Hingga saat ini, kedudukan tenaga kerja informal tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang inferior. Sebaliknya, ia dianggap sebagai bagian integral dari kapitalisme yang turut menyumbang perekonomian global. Namun, kasus yang sama tidak berlaku pada gig work.

     “Gig work tidak diakui sebagai bagian dari pekerjaan yang memberikan penghasilan utama atau menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga,” tegas Keiko.

     Pada konteks ini, gig work masih dianggap sebagai pekerjaan sampingan sejalan dengan pandangan masyarakat perihal ini yang terasosiasi dengan stereotipe feminin. Peran-peran tradisional, seperti melayani, merawat, hingga menjaga kebersihan rumah tangga masih dianggap lekat dengan kelompok perempuan. Keiko menguraikan bagaimana hal ini memengaruhi pekerja yang sebagian besar merupakan perempuan. Melalui penelitiannya, ia menyebutkan salah satu contoh di Indonesia, yakni layanan GoClean. Pada satu sisi, dengan platform digital ini, pekerja bisa mendapatkan peluang untuk memasuki bursa ketenagakerjaan. Mereka yang sebagian besar merupakan perempuan dapat menciptakan kembali kemandirian finansialnya terlepas dari laki-laki. Hal ini terutama sangat dirasakan pasca pandemi lalu. Dalam kehidupan masyarakat yang masih mengasosiasikan mereka dengan perannya sebagai ibu di rumah, gig work semacam GoClean ini juga dapat menjadi pekerjaan alternatif yang memberikan fleksibilitas waktu. Dengan demikian, mereka tetap dapat menjalankan kerja-kerja perawatan di rumah sembari mencetak penghasilan pada saat luang.
​

     Meskipun gig work seperti layanan GoClean membuka banyak peluang yang menarik bagi perempuan, tak dapat dipungkiri bahwa tantangan yang berkelindan di dalamnya juga cukup banyak. Selain harus menanggung biaya sendiri, seperti transportasi dan alat kebersihan untuk menjalankan pekerjaannya, Keiko juga mengemukakan bahwa pekerja gig seringkali mengalami alienasi atau keterasingan dan kesepian karena terpisah dari komunitasnya. Di samping itu, kerangka hukum juga tidak memberikan perlindungan yang jelas dan terorganisasi pada mereka sehingga kerentanan akan eksploitasi dan ketidaklayakan upah dapat menjadi perhatian tersendiri. Kondisi alienasi diakui akan memperburuk hal ini karena dalam konteks lebih lanjut dapat menghambat mereka melakukan aksi kolektif untuk menegakkan hak-haknya sebagai pekerja. (Ni Putu Putri Wahyu Cahyani)
​

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025