Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Perempuan pada Sektor Keuangan: Mendobrak Hambatan Gender untuk Aktualisasikan Akses Keuangan yang Inklusif

10/6/2024

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Pada Kamis (6/6/2024) lalu, @america, pusat kebudayaan milik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang terletak di Jakarta menyelenggarakan forum diskusi yang bertajuk, “Women in Finance: Financial Inclusion for Everyone”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring dan luring tersebut menjadi wadah bagi para perempuan yang ahli di bidangnya untuk mentransmisikan pengetahuan perihal literasi keuangan. Mengundang tiga pembicara perempuan, yakni Sekar Putih Djarot (Director Public Communication Group dari Otoritas Jasa Keuangan – OJK), Veronica Colondam (Founder & CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa – YCAB), dan Melissa Marszalek (Commercial Attaché of FCS, U.S. Embassy Jakarta), diskusi yang dihadirkan kali ini memiliki urgensinya dalam mendukung perempuan untuk mengasah kemampuan pengelolaan keuangan sehingga mereka mampu berdiri secara independen tanpa bergantung dengan pihak lain.
​

     Sekar Putih Djarot membuka diskusi kali ini dengan memaparkan survei dari OJK perihal tingkat literasi keuangan. Datanya menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan pada perempuan mengalami peningkatan dan cenderung lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yakni 50,3 persen. Sekar mengemukakan bahwa hal ini disebabkan pada tahun 2019 hingga 2022, OJK memprioritaskan perempuan dalam strategi kebijakannya untuk program literasi keuangan bagi perempuan. Meskipun indeks literasi keuangan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, pada sisi inklusi, data menunjukkan keterlibatan perempuan dalam sektor keuangan masih rendah. Hasilnya menunjukkan tingkat keterlibatan perempuan berada pada 83,8 persen. Sementara itu, keterlibatan laki-laki dalam sektor keuangan mencapai 86 persen.

     Meskipun jarak keterlibatan perempuan dan laki-laki tidak terlalu jauh, bagi Sekar terdapat beberapa hambatan kultural sebagai faktor yang berkelindan dalam kehidupan perempuan. Norma gender tradisional masih memandang perempuan tidak perlu untuk mengakses sumber daya keuangan sehingga seluruh kontrol akan pengelolaannya seringkali bertumpu pada laki-laki sebagai kepala keluarga. Perempuan pada konteks ini akhirnya memiliki otonomi yang lebih rendah pada keputusan finansial. Nilai-nilai yang patriarkal tersebut secara beruntun juga dipengaruhi oleh banyaknya pekerjaan perempuan yang masih berada pada ranah informal–penghasilan mereka cenderung tidak stabil–sehingga tidak tersisa uang untuk ditabung ataupun diinvestasikan. Kondisi sosial ini mengalami hambatan yang berlapis ketika merujuk pada perempuan-perempuan yang tinggal pada pelosok negeri. Keterbatasan akses terhadap institusi keuangan formal seperti bank menjadi faktor lainnya yang menghambat mereka memiliki keterlibatan pada konteks ini. Beberapa dari mereka yang berasal dari pedalaman juga seringkali tidak memiliki kelengkapan dokumen identitas diri, seperti KTP, sehingga hal ini menyulitkannya untuk membuka rekening ataupun meminjam kredit di bank.

     Pada gilirannya, Melissa Marszalek berdasarkan pengalamannya mengakui bahwa pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sangat sarat hubungannya dengan kondisi sosial budaya, tempat seseorang bertumbuh dan berkembang. Dirinya memberikan komparasi melalui pengalamannya di Amerika Serikat dan Maroko. Pada negara seperti Amerika Serikat, anak-anak telah diajarkan perihal pentingnya mengelola keuangan sejak masih sekolah melalui keterbukaan akses pekerjaan bagi mereka. Hal ini merupakan bentuk manifestasi dari budaya di negara Amerika sendiri.

     Namun, hal ini berbeda dengan Maroko dengan budayanya yang tidak terlalu memberikan anak remaja ruang untuk mencari penghasilan sendiri. Dengannya, keterbatasan kesempatan ini menghalangi perkembangan pengetahuan finansial mereka dibandingkan dengan anak-anak di Amerika Serikat.  

     Veronica Colondam mengemukakan bahwa meskipun terdapat perbedaan kondisi budaya yang menyebabkan perbedaan peluang dalam mengakses pengetahuan finansial, upaya mengkatalisasi keterlibatan semua pihak termasuk perempuan pada posisi rentan dalam sektor finansial dapat dilakukan senapas dengan perkembangan teknologi. Sebagai cerminannya, pada pandemi COVID-19 lalu, Veronica dan timnya menciptakan chatbot berbasis aplikasi WhatsApp yang dirancang sebagai instrumen untuk meningkatkan literasi keuangan.

     Melalui instrumen ini, pengguna dapat mengakses banyak modul yang berkelindan dalam ranah edukasi keuangan. Hasilnya, banyak pengguna yang mengakses dan menyelesaikan modul-modul ini karena sifatnya yang fleksibel sehingga mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Inisiatif semacam ini menjadi salah satu gebrakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seluruh pihak mengenai literasi keuangan. Akses pengetahuan keuangan yang inklusif akan membuat individu memiliki kemampuan untuk mengelola uangnya secara efektif hingga memikirkan banyaknya utang yang ia ambil. Melalui pengetahuan keuangan yang baik, semua pihak pada akhirnya akan mampu memiliki otonomi yang setara pada sektor ini. (Ni Putu Putri Wahyu Cahyani)

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025