Dok. Jurnal Perempuan Diskusi WPS Lecturing Volume 7 bertajuk “Leading Through Turbulence: Women at the Heart of Social Conflict” di Universitas Indonesia pada Rabu (26/11/2025) menegaskan pesan penting bahwa perempuan adalah aktor kunci dalam membangun perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam sambutan pembuka, Kepala Departemen Sosiologi UI, Dr. Indera Ratna Irawati Pattinasarany, menekankan perempuan memikul beban paling berat di tengah konflik sosial, perempuan selalu ada di garis depan yang menopang keluarga hingga komunitas. Secara bersamaan, perempuan bergerak sebagai aktivis, agen perubahan sosial dan aktor perdamaian—bahkan menjadi pemimpin yang akan mengubah konflik menjadi perdamaian. Dok. Jurnal Perempuan Pada Jumat (21/11/2025) lalu, Koalisi untuk UU PPRT menyelenggarakan Konferensi Pers “Serikat Buruh Dukung Pengesahan RUU PPRT”. Pada kesempatan ini, perwakilan koalisi mengabarkan pembaruan terkait Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang—sayangnya—masih perlu diperjuangkan. Oleh karena itu, untuk mempercepat proses legislasinya, jaringan turut menggandeng serikat buruh guna semakin mendesak DPR RI, terutama Puan Maharani selaku pimpinan, dalam pengesahan RUU PPRT. Dok. Jurnal Perempuan Peluncuran buku Anak yang Dinanti, Jangan Disakiti digelar pada Rabu (19/11/2025) sebagai bagian dari upaya besar Alimat dan jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dalam menghentikan praktik yang kerap dikenal sebagai sunat perempuan atau pemotongan dan perlukaan genital perempuan (P2GP). Dok. Jurnal Perempuan Pada Jumat (21/11/2025), Institute for Advanced Research (IFAR) Atma Jaya mengadakan IFAR Talks Series yang memaparkan hasil riset keterlibatan perempuan wilayah tambang dalam politik Indonesia. Acara ini diselenggarakan di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta Pusat, dalam format luring dan daring. Kegiatan ini menghadirkan dua periset untuk memaparkan temuannya, yaitu Dr. Ratri Istania (Politeknik STIA LAN Jakarta) dan George Martin Sirait, Ph.D. (Pengajar Universitas Katolik Atma Jaya). Lalu, hadir pula Prof. Soeprayitno (Guru Besar Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Sebelas Maret) sebagai penanggap. Dok. Jurnal Perempuan Dalam rangka merayakan Hari Perawatan dan Dukungan Internasional, kegiatan publik berjudul “Mengakui dan Meredistribusi: Feminisme, Kerja Perawatan, dan Keadilan Gender” yang merupakan program Yayasan Penabulu melalui proyek Care Connect dengan Yayasan Jurnal Perempuan sebagai penyelenggara telah dilaksanakan pada Senin (17/11/2025) lalu. Kegiatan dilaksanakan di Gedung IASTH, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba. Terdapat 2 sesi talkshow; pameran dari Yayasan Penabulu, Jurnal Perempuan, HWDI, Lovecare, Lemicare, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, dan Yayasan Pulih; stand-up comedy oleh Sakdiyah Ma’ruf; dan pembacaan puisi oleh Dewi Nova Wahyuni. Kegiatan ini dipandu oleh Debra Yatim. Dok. Jurnal Perempuan Diskusi publik pada tanggal 6 November 2025 yang bertajuk “Komodifikasi Feminisme: Antara Nilai dan Logika Pasar” merupakan diskusi terbuka hasil kolaborasi dari Economica Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Komunitas Mahasiswa Filsafat Universitas Indonesia (KOMAFIL UI). Diskusi ini diisi oleh tiga pembicara: Ruth Indiah Rahayu (Ketua Ikatan Keluarga Alumni STF Driyarkara), Hariati Sinaga (Dosen Studi Kajian Gender UI), dan Asterlita Tirsa Raha (Founder Bhumi Perempuan dan Redaksi Jurnal Perempuan) dan dimoderatori oleh Faiz Abimanyu Wiguna (Asisten Pengajar Filsafat UI). Dok. Jurnal Perempuan Pada Minggu (9/11/25), Jurusan Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan Seminar Kearsipan Nasional 2025. Seminar ini mengangkat tajuk “Pendokumentasian Perjuangan Perempuan Melalui Aktivisme Digital” dan mengundang Mutiah Amini selaku Kepala Prodi S1 Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Venessa Theonia sebagai seorang Aktivis dari Ruang Arsip Sejarah Perempuan (RUAS) Indonesia. Seminar ini merupakan kegiatan tahunan dari Pameran Arsip Kreativitas Mahasiswa Kearsipan (KERTAS) UGM dan pada tahun ini mereka memilih untuk melihat perjuangan perempuan lewat ruang-ruang digital. Menyeimbangkan Dunia Kerja dan Rumah: Tantangan Nyata di Balik Flexible Working Arrangement5/11/2025
Dok. Jurnal Perempuan Dialog kebijakan publik yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Coalition for Women dalam rangka memperingati International Day of Care and Support 2025, diselenggarakan oleh Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pekerja Indonesia (APINDO) pada Kamis (29/10/2025) silam. Acara ini bertemakan Flexible Working Arrangement untuk mendukung produktivitas orangtua bekerja dan memiliki tujuan untuk memenuhi capaian SDGs poin 5 dan 8. Narasumber pada acara ini adalah Anggara Yudha dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada bagian Direktorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Fasilitas Kesejahteraan Pekerja, Denty Avianty selaku Strategic Human Resource Management SMBC Indonesia, dan Tiara Ardwi Saputri yang merupakan perwakilan orang tua yang bekerja sekaligus pekerja di SMBC Indonesia pada bagian Benefits & Performance Management. Acara ini dipandu oleh Wita Kristanti yang merupakan Direktur Eksekutif IBCWE. Dok. Jurnal Perempuan Pada Sabtu (1/11/2025), diskusi “Why Does KUPI Matter for Global Society” menghadirkan dua pakar lintas negara, yaitu Prof. Nelly van Doorn-Harder dari Wake Forest University, Amerika Serikat dan Asst. Prof. Dr. Amporn Marddent dari Thammasat University, Thailand. Acara yang dimoderatori oleh Maimunah Mudjahid, dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, ini digelar secara daring melalui Zoom, untuk membahas relevansi serta dampak global gerakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Dok. Jurnal Perempuan Seminar “Empower Roadshow “Driving Sustainability Energy Transition”: Perempuan dan Energi Terbarukan”, yang merupakan kolaborasi antara PT PLN Indonesia Power dan Kajian Gender Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia, membahas soal posisi perempuan dalam diskursus transisi energi terbarukan (EBT). Karena selama ini, perempuan hanya dianggap sebagai pengguna, bukan aktor perubahan. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
January 2026
Categories |










RSS Feed