Dok. Jurnal Perempuan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bekerjasama dengan INKLUSI untuk mengadakan acara diskusi dengan tajuk “Kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku Pesantren Ramah Anak”, Selasa (8/7/2025). Acara ini membedah dua buku, yakni Menuju Pesantren Ramah Anak dan Menjaga Marwah Pesantren. Kedua buku ini merupakan hasil penelitian dari sebuah tim penelitian yang terdiri dari Windy Triana, Haula Noor, Narila Mutia Nasir, Aptiani Nur Jannah, Savran Billahi, Grace Sandra Pramesty Rachmanda, Bambang Ruswandi, Fikri Fahrul Faiz, Dedy Ibmar, dan Citra Dwikasari. Dok. Jurnal Perempuan Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-9 Program Studi Kajian Gender Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, diselenggarakan sebuah seri diskusi akademik dengan tajuk utama “Kreativitas dan Aktivisme dalam Riset Gender-Interseksional”. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog kritis dan reflektif mengenai perkembangan riset-riset gender yang bersifat interseksional, kreatif, dan berpihak pada pengalaman perempuan dari berbagai latar. Seri diskusi ini terbagi ke dalam beberapa sesi, dan pada Kamis (3/7/2025) sesi ketiga dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting dengan judul khusus “Digital Citizenship & Girls’ Gender Empowerment”. Narasumber utama dalam diskusi kali ini adalah Dr. Annisa Beta, akademisi dari School of Culture and Communication, University of Melbourne, Australia. Dok. Jurnal Perempuan Koalisi masyarakat sipil mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mempercepat pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi undang-undang. Desakan ini mencuat dalam diskusi publik bertajuk “Akselerasi Pengesahan RUU Perlindungan PRT” yang diselenggarakan pada Rabu (18/6/2025). Diskusi ini diselenggarakan oleh CEDAW Working Group Indonesia (CWGI), JALA PRT, Kalyanamitra, dan Penabulu. Dok. Rumah KitaB Rumah Kitab menyelenggarakan sebuah webinar bertajuk “Ketika Rumah Tak Lagi Aman: Stop Kekerasan Seksual Anak di Lingkup Keluarga” pada Kamis (12/6/2025). Acara ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak, khususnya yang terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Rumah KitaB menggandeng berbagai narasumber kompeten dari kalangan pemerintah, psikolog, hingga aktivis anak dan tokoh agama. Dok. Jurnal Perempuan Pada Jumat (13/6/2025) pada Konferensi Pers “Kami Perempuan Indonesia: Menolak Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon”, sejumlah aktivis perempuan dan pegiat HAM mengecam pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut kasus perkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa pada Mei 1998 sebagai hoaks atau rumor belaka. Pernyataan dari politikus tersebut keluar pada kegiatan Real Talk with Uni Lubis pada Senin (8/6/2025). Pernyataan ini sangat melukai para korban perkosaan massal 1998 dan seluruh perempuan Indonesia, dan sekaligus berupaya “mencuci” kejahatan HAM era Orde Baru. KAFFE Mei 2025: Femisida, Kekerasan yang Sistemik, dan Kegagalan Negara dalam Melindungi Perempuan30/5/2025
Dok. Jurnal Perempuan Pada Rabu (28/5/2025), Yayasan Jurnal Perempuan menyelenggarakan KAFFE (Kajian Feminis dan Filsafat) bertajuk “Femisida: Kekerasan Berbasis Gender dan Kegagalan Negara dalam Melindungi Perempuan”. Kelas kali ini membahas mengenai femisida dan beragam kompleksitas yang menyertainya, termasuk tentang tanggung jawab negara dalam mengatasinya, arah advokasi perubahan kebijakan, dan strategi penguatan kesadaran publik terhadap femisida yang kini masih menjadi permasalahan yang pelik. Dalam kajian yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut, Yayasan Jurnal Perempuan menghadirkan Mamik Sri Supatmi, M.Si. selaku Dosen Program Studi Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI) untuk memperkaya pembahasan yang ada. Dok. Jurnal Perempuan 21 Mei 2025 merupakan hari khusus untuk Yayasan Asosiasi Bantuan Hukum (YLBH APIK) yang merayakan ulang tahun berdiri mereka. Sudah 30 tahun mereka membela korban perempuan dan anak-anak korban kekerasan. Tiga dasawarsa bukanlah waktu yang singkat, tetapi selama itu pula YLBH APIK tak pernah lelah berdiri bersama mereka yang sering kali tak didengar suaranya: para perempuan korban ketidakadilan. Merayakan 40 Tahun Kalyanamitra: Ruang Refleksi, Perlawanan, dan Harapan Gerakan Feminisme Indonesia27/5/2025
Dok. Jurnal Perempuan Pada Sabtu (24/5/2025), Yayasan Kalyanamitra memperingati hari ulang tahun yang ke-40 tahun sejak pertama kali didirikan pada 28 Maret 1985. Perjuangannya sebagai salah satu lembaga feminis non-pemerintah yang independen, Kalyanamitra mengusung tajuk “Hidup Menghidupi Feminisme” dalam merayakan hari kelahirannya. Perayaan ini telah menjadi ruang refleksi lintas generasi atas capaian, tantangan, perlawanan, serta arah gerakan feminisme ke depan dalam lanskap sosial politik yang terus berubah. Dihadiri oleh organisasi masyarakat sipil seperti Yayasan Jurnal Perempuan, Arus Pelangi, Aliansi Laki-Laki Baru, akademisi, penyintas pelanggaran HAM 1998, dan berbagai media feminis Indonesia. Acara yang diselenggarakan di Perpustakaan Pusat Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat ini menampilkan talk show, pertunjukan pembacaan puisi, paduan suara oleh Dialita, bazaar, pameran sejarah gerakan Kalyanamitra. Lebih dari sebuah perayaan, acara ini menjadi forum strategis untuk memperkuat solidaritas dan mengartikulasikan strategi gerakan feminisme dalam menghadapi tantangan masa kini dan mendatang. Dok. Jurnal Perempuan Pada Selasa (20/5/2025), dalam rangka memperingati usia reformasi yang memasuki tahun ke-27, Yayasan ‘98 Peduli menyelenggarakan diskusi yang bertajuk “Pendidikan Kerakyatan dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan”. Lewat diskusi ini, diharapkan semangat reformasi dapat dibangkitkan lagi dan dipelihara, khususnya semangat untuk mewujudkan cita-cita reformasi untuk memperbaiki persoalan di sektor publik, tepatnya di sektor pendidikan. Tubuh Perempuan Tionghoa Dieksploitasi: Membongkar Kekerasan Seksual dan Femisida Mei 199820/5/2025
Dok. Jurnal Perempuan Diskusi bertema kekerasan terhadap perempuan Tionghoa dalam tragedi Mei 1998 kembali diselenggarakan untuk menghidupkan ingatan kolektif dan menuntut keadilan. Acara ini berlangsung pada Sabtu (17/5/2025) secara online melalui platform Zoom. Logos ID berkolaborasi dengan KontraS menghadirkan Jessenia Destarini selaku staf Advokasi dan Pemantauan Impunitas KontraS sebagai pembicara utama. Diskusi ini digelar dalam konteks peringatan 27 tahun kerusuhan Mei 1998 yang masih menyisakan luka dan ketidakadilan. Diskusi ini diikuti oleh berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, aktivis, dan akademisi. Dalam pengantarnya, Jessenia menekankan pentingnya membedah peristiwa ini secara interseksional. Perempuan Tionghoa bukan hanya korban kekerasan, tetapi simbol dari kekuasaan yang ingin diperlihatkan secara brutal oleh para pelaku. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
November 2025
Categories |










RSS Feed