Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Ulang Tahun Komnas Perempuan: Seperempat Abad Memperjuangkan Keadilan Gender

17/11/2023

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berdiri tanggal 15 Oktober 1998. Setelah seperempat abad perjuangan dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan, di tahun 2023 ini Komnas Perempuan merayakan ulang tahun ke-25 dengan tema “Satu Suara, Wujudkan Cita-Cita”. Perayaan ini diisi oleh pameran, seminar, serta konsultasi publik yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 13-15 November 2023 lalu.

     Pada gelaran seminar internasional yang juga menjadi pembuka perayaan ini, Andy Yentriyani selaku Komisioner Komnas Perempuan menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah membersamai perjuangan Komnas Perempuan. Meskipun perjuangan sudah dilakukan sangat lama, tapi kasus kekerasan terhadap perempuan tetap datang dengan bertubi-tubi. Diharapkan, adanya diskusi dan pendidikan publik dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman tersebut.

     Menyambung pembuka dari Andy, sesi dilanjutkan dengan paparan materi dari narasumber seminar, yaitu Eunice Borges (Director of Programming, Association for Women's Rights in Development—AWID), Misun Woo (Regional Coordinator, Asia Pacific Forum on Women, Law and Development—APWLD), Sylvia Tiwon (Akademisi dari University of Berkeley), serta Theresia Iswarini (Komisioner Komnas Perempuan).

     Eunice Borges berkesempatan mempresentasikan perjuangan komite perempuan nasional di Brazil, yang sedikit banyak memiliki kesamaan hambatan dengan Komnas Perempuan. Eunice menyampaikan, salah satunya adalah gerakan anti perempuan. Gerakan ini regresif terhadap advokasi hak-hak perempuan, utamanya pada hak atas tubuh. Solidaritas feminis akar rumput akan sangat berguna sebagai gerakan resistensi atas paham-paham anti perempuan.
Dalam masyarakat yang sudah masuk dalam jejaring global, gerakan-gerakan anti perempuan dan anti HAM semakin terstruktur secara internasional. Disampaikan oleh Misun Woo, bahwa kerangka dari sistem penindasan terhadap perempuan adalah berakar dari kolonialisme, kapitalisme global, dan eksploitasi. Kondisi ini memperkuat patriarki, mendorong perempuan keluar dari ruang publik, sehingga menempatkan perempuan pada posisi yang rentan secara terus-menerus.

     Semua negara tidak terlepas dari struktur penindasan tersebut. Di beberapa negara, adanya militerisme menambah pekat jaringan penindasan terhadap perempuan. Hasilnya, subordinasi perempuan terus terjadi. Kebijakan ekonomi yang tidak ideal dalam mendorong pemerataan gender, seperti tidak adanya kebijakan redistribusi kerja perawatan, makin menyudutkan posisi perempuan. Indonesia tidak terlepas dari hal ini. Jalan keluarnya, ujar Misun, adalah memperkuat solidaritas feminis terutama di kawasan Selatan atau Asia Pasifik—yang masih menghadapi tantangan ini secara masif.

     Di luar sistem ekonomi yang mengekslusikan perempuan, ketidakadilan budaya juga menjadi tantangan dalam mencapai keadilan gender. Disampaikan oleh Sylvia Tiwon, kebijakan pembangunan bangsa yang berfokus pada investasi asing turut merombak struktur masyarakat Indonesia. Budaya yang ada dikomersialisasikan, sehingga hanya tari-tarian atau pakaian adatlah yang dianggap sebagai budaya. Bukan pola pikir atau pola bermasyarakat. “Komersialisasi budaya dan cara melihat budaya sekarang itu sudah merupakan pemiskinan pada proses budaya,” ujarnya.

     Kemiskinan budaya berimbas pada ketidakadilan budaya. Hasilnya, kebudayaan jarang dijadikan perangkat dalam menganalisis kerentanan perempuan. Kerentanan perempuan dianggap sebagai sesuatu yang sudah ada, bukan sebagai masalah sosial yang perlu diselesaikan.

     Masalah-masalah terkait hak perempuan di Indonesia sangat beragam. Di antaranya ada kriminalisasi korban, peraturan dan kebijakan yang diskriminatif atas tubuh perempuan, trafficking, hingga ketidakadilan di tempat kerja, ujar Theresia Sri Endras Iswarini. Sebenarnya, isu kekerasan terhadap perempuan sudah ditempatkan di pusat agenda Reformasi. Namun dalam pelaksanaannya belum maksimal.

     “Terdapat banyak konteks yang harus diperkuat (perlindungan perempuan—red), karena dia memengaruhi kebijakan dan juga program,” ujar Theresia.

     Oleh karena itu, penguatan terhadap payung hukum perlindungan perempuan sangat penting. Meskipun hal tersebut saja tidak cukup untuk memulihkan kondisi ketidakadilan gender sekarang ini. Dibutuhkan pula perspektif yang interseksional dalam upaya ini. Kini, pembuat kebijakan di Indonesia masih kurang melibatkan perspektif minoritas, marginal, dan disabilitas dalam penyusunan undang-undang.

     ​Komnas Perempuan adalah buah perjuangan reformasi yang sangat berharga bagi perempuan dan kelompok marginal lainnya. Ulang tahun ke-25 ini hendaknya dapat memperkuat posisi dan kerja-kerja Komnas Perempuan, bersama dengan Organisasi Masyarakat Sipil serta pembela HAM lain, dalam mengupayakan keadilan gender di Indonesia. Selamat ulang tahun, Komnas Perempuan! (Nada Salsabila)

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025