Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Investasi pada Kerja Perawatan untuk Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan Gender

4/4/2024

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     ​International Labor Organization (ILO) Indonesia menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Perawatan “Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Dunia Kerja yang Lebih Setara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/3/2024). Peta jalan ini disusun dalam rangka memajukan peran perempuan dalam sektor kerja, sekaligus merekognisi peran-peran perawatan sebagai investasi ekonomi bangsa. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, serta Country Director ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh.

     “Ketidaksetaraan gender telah menjadi tantangan global, yang menjadi lebih signifikan sejak pandemi Covid-19. Ketidaksetaraan terjadi di berbagai aspek, salah satunya di bidang ketenagakerjaan,” ujar Bintang Puspayoga selagi membuka kegiatan. Menteri PPPA ini juga menyoroti timpangnya beban pengasuhan keluarga. Hal ini berpengaruh pada partisipasi kerja perempuan yang 30% lebih rendah dibanding laki-laki.
 
     Senada dengan Bintang, Simrin Singh juga menyerukan hal yang sama. Ia mengajak Indonesia untuk tidak lagi menerima ketertinggalan perempuan di ruang kerja. Untuk mencapainya, fasilitas perawatan inklusif seperti child care dan elderly care harus diperbanyak.
 
     Ketertinggalan partisipasi perempuan di ruang kerja utamanya disebabkan oleh peran pengasuhan domestik yang dibebankan pada perempuan. Minimnya upaya meredistribusi kerja-kerja perawatan dan pengasuhan menyulitkan perempuan untuk terbebas dari peran stereotipikal tersebut. Oleh sebab itu, Peta Jalan Ekonomi Perawatan ini diharapkan dapat mengawal pembangunan ekonomi perawatan yang merekognisi peran perempuan.
 
     Namun begitu, adanya Peta Jalan ini tidak serta merta mengurai masalah ketidaksetaraan gender. Dibutuhkan kebijakan-kebijakan lainnya untuk memuluskan upaya rekognisi dan redistribusi peran perawatan perempuan dan memperbaiki kesetaraan di tempat kerja.
 
     Peta Jalan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi kerja perempuan. Hal tersebut disebabkan perempuan didorong untuk kembali pada tanggung jawab perawatan, baik oleh pasangan, keluarga, masyarakat, maupun tempat kerjanya sendiri—yang menganggap perempuan berkeluarga tidak lagi produktif sebagai tenaga kerja. Demikian diperlukan penanganan khusus terkait isu ini.
 
     Minimnya afirmasi terhadap perempuan di tempat kerja semakin menyulitkan upaya ini. Komposisi gender di ruang kerja hanya dipandang sebagai urusan bisnis semata. “Tidak bisa lagi business as usual; sekarang saatnya afirmasi,” ujar Lenny Nurhayanti Rosalin (Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA) dalam sesi talkshow.
 
     Lenny juga menyatakan, isu strategis dalam Peta Jalan ini mencakup child care dan daycare, layanan berbasis inklusi, perlindungan maternitas, cuti paternitas, hingga jaminan sosial dan ekonomi perawatan.
 
     Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan) melanjutkan diskusi dengan menyoroti adanya kesenjangan upah perempuan pada pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki. Akar dari permasalahan ini, lagi-lagi, adalah kesenjangan tanggung jawab perawatan domestik. Sehingga perempuan selalu dikonstruksikan untuk lebih banyak mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dibanding laki-laki. Akibatnya, stereotip perempuan lebih tidak produktif dibanding laki-laki semakin kuat.
 
     Diharapkan, Peta Jalan ini dapat memecahkan masalah tersebut. Salah satu kemajuan yang dapat diupayakan adalah penggunaan Peta Jalan sebagai landasan advokasi Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA). Demikian, arah kebijakan dapat dirancang menjadi protektif (melindungi fungsi reproduksi pekerja perempuan) dan kuratif (peningkatan kedudukan pekerja).
 
     “Jika kita bicara ekonomi perawatan, kita bicara tentang menyejahterakan Indonesia,” buka Sri Wiyanti Eddyono (Study Center of Law, Gender, and Society, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada). Ekonomi perawatan juga harus hadir sepaket dengan transformasi yang adil gender. Hal ini yang harus menjadi landasan dalam berbagai perubahan kebijakan.
 
     Adanya pembagian peran domestik dan publik juga perlu dibongkar untuk menyukseskan transformasi sosial. Sebab, pembagian peran ini selalu berimplikasi pada domestikasi dan peminggiran peran perempuan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
 
     Masyarakat saat ini masih memiliki pola pikir bahwa peran produktif dan reproduktif memiliki kesenjangan nilai. Peran produktif, seperti mencari nafkah untuk keluarga, dianggap lebih bernilai dibanding peran reproduktif, seperti membangun keluarga. “Padahal, tidak selalu sebuah pekerjaan harus dibayar untuk menjadi bernilai,” tambah Sri Wiyanti Eddyono.
 
     ​Selain Peta Jalan yang telah diluncurkan, masyarakat juga dapat menggunakan kerangka 5R yang telah dicetuskan oleh ILO untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai kerja dan ekonomi perawatan. Kerangka 5R, yaitu rekognisi (recognize), reduksi (reduce), redistribusi (redistribute), penghargaan (reward), dan representasi (represent), dapat digunakan untuk membangun kesetaraan gender dalam kerja perawatan. Diharapkan upaya ini dapat mendorong negara dan masyarakat untuk berinvestasi pada kerja dan ekonomi perawatan sebagai basis ekonomi negara. (Nada Salsabila)

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025