Toeti Heraty Scholarship 2026 Diluncurkan, YJP dan YTHR Perkenalkan Sembilan Penerima Beasiswa8/7/2026
Dok. Jurnal Perempuan Toeti Heraty Scholarship (THS) 2026 Angkatan kelima resmi diluncurkan melalui kegiatan Peluncuran THS 2026 dan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bersama Yayasan Toeti Heraty Roosseno secara daring melalui Zoom pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Andi Thoifatul Misbach selaku Koordinator THS 2026. Ia menyampaikan bahwa peluncuran THS 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan sembilan penerima beasiswa yang telah terpilih melalui serangkaian proses seleksi. Peluncuran tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi publik bertajuk "Kontribusi Strategis Perempuan dalam Transisi Hijau yang Berkeadilan" bersama Gadis Arivia, akademisi dan pendiri Yayasan Jurnal Perempuan, sebagai ruang refleksi mengenai peran strategis perempuan dalam mewujudkan transisi hijau yang berkeadilan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari tiga perwakilan penyelenggara, yaitu Direktur Yayasan Jurnal Perempuan, Patricia Beata Kurnia; perwakilan Yayasan Toeti Heraty, Inda Citraninda Noerhadi; serta Dewan Pengawas Yayasan Jurnal Perempuan, Darwin Cyril Noerhadi. Melalui sambutan tersebut, ketiga perwakilan menegaskan komitmen Yayasan Jurnal Perempuan dan Yayasan Toeti Heraty Roosseno dalam mendukung pengembangan studi gender dan gerakan perempuan di Indonesia melalui penyelenggaraan THS.
Patricia Beata Kurnia menyampaikan bahwa peluncuran Toeti Heraty Scholarship (THS) 2026 menjadi tonggak lima tahun penyelenggaraan program yang lahir dari semangat dan warisan intelektual Toeti Heraty ini. Menurutnya, THS tidak hanya hadir sebagai program beasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran feminis, pengembangan intelektual, dan solidaritas bagi generasi muda yang memiliki komitmen terhadap perjuangan hak-hak perempuan dan kelompok marginal. “Sejak pertama kali diselenggarakan, Toeti Heraty Scholarship bukanlah hanya sekadar program bantuan pendidikan. Beasiswa ini merupakan ruang pembelajaran feminis, ruang pengembangan kepemimpinan intelektual, dan ruang solidaritas yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih adil dan setara,” ujar Patricia. Patricia menyebut tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap krisis iklim dan berbagai kebijakan lingkungan yang masih kerap mengabaikan perspektif keadilan sosial. Ia menekankan bahwa perempuan dan kelompok marginal sering berada di garis depan dalam menghadapi dampak krisis lingkungan, tetapi pengetahuan dan pengalaman mereka belum banyak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Maka dari itu, transisi hijau perlu dipahami sebagai agenda keadilan sosial yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama perubahan. Di akhir sambutannya, Patricia mengucapkan selamat kepada sembilan penerima THS 2026. Ia berharap program ini menjadi awal perjalanan bagi para penerima untuk mengembangkan pemikiran kritis, memperjuangkan keadilan gender, serta menghadirkan pengetahuan yang berpihak pada kemanusiaan dan perubahan sosial. Perwakilan Yayasan Toeti Heraty Roosseno, Inda Citraninda Noerhadi, turut menyampaikan apresiasi kepada sembilan penerima THS 2026. Ia menegaskan bahwa Yayasan Toeti Heraty Roosseno konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan kebudayaan sebagai upaya menciptakan generasi yang berpengetahuan, kreatif, dan berkarakter. Inda juga mendorong agar para penerima beasiswa dapat menghasilkan karya dan kontribusi yang terdokumentasi dengan baik sehingga manfaat program tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Menurutnya, para penerima Toeti Heraty Scholarship diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa perspektif baru dalam komunitas maupun bidang keilmuan yang mereka tekuni. “Diharapkan nanti akan ada penerbitan atau pendokumentasi, karya, apa-apa saja yang nanti dihasilkan dari para penerima beasiswa ini, ya,” harapnya. Dewan Pengawas Yayasan Jurnal Perempuan sekaligus putra dari mendiang Toeti Heraty, Darwin Cyril Noerhadi, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Toeti Heraty Roosseno dan Yayasan Jurnal Perempuan yang selama lima tahun terakhir konsisten menyelenggarakan THS sebagai upaya melanjutkan warisan pemikiran Toeti Heraty. Menurutnya, inisiatif ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang berkontribusi dalam bidang filsafat, studi gender, dan humaniora, sekaligus meneruskan semangat intelektual yang diperjuangkan Toeti Heraty. Cyril juga mengungkapkan bahwa seleksi THS 2026 diikuti oleh 162 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sembilan peserta yang berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, program ini telah melahirkan lebih dari 45 penerima beasiswa dari jenjang S-1, S-2, dan S-3 yang diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan perjuangan kesetaraan gender. "Ini menjadi hal yang sangat membanggakan. Mudah-mudahan, almarhumah Prof. Toeti Heraty juga akan bangga karena kini telah ada lebih dari 45 junior atau kader yang siap melanjutkan semangat dan pemikiran beliau," ungkapnya. Usai sesi sambutan, acara menghadirkan testimoni dari perwakilan penerima THS 2025, yakni Davina. Ia membagikan pengalamannya selama mengikuti program, yang menurutnya tidak hanya memberikan dukungan terhadap pendidikan, tetapi juga memperluas relasi, mempertemukannya dengan sesama pejuang kesetaraan gender, serta memperkuat keyakinannya bahwa setiap individu memiliki peran dalam mendorong perubahan sosial. Davina juga menyampaikan bahwa program beasiswa ini menjadi ruang belajar kolektif yang mengajarkannya pentingnya solidaritas, perawatan relasi, dan keberanian untuk terus memperjuangkan kesetaraan. "Saya belajar bahwa perjuangan itu sesuatu yang sangat variatif dan tidak memiliki definisi yang tunggal, tetapi tentunya mengajarkan kepada saya bahwa perjuangan juga dihadirkan melalui perawatan relasi dan juga kolektivitas dengan sesama pejuang dan pengalaman teman-teman lain yang mengalami hal serupa,” tutur Davina. Sementara itu, perwakilan penerima THS 2026, Nurul Falah Islami, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan Toeti Heraty Roosseno dan Yayasan Jurnal Perempuan. Menurutnya, terpilih sebagai penerima THS merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa THS bukan sekadar dukungan pendidikan, tetapi menjadi pengingat akan warisan pemikiran Toeti Heraty tentang keberanian berpikir, penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, dan keadilan sosial. Mewakili seluruh penerima THS 2026, Nurul berharap program ini menjadi awal dari perjalanan kolaborasi, pembelajaran, dan pengabdian yang membawa dampak positif bagi masyarakat. "Kami menyadari bahwa kepercayaan ini membawa amanah untuk terus berkarya dengan integritas, memperluas ruang-ruang dialog, serta menghadirkan kontribusi yang nyata," ujar Nurul. Setelah rangkaian peluncuran THS 2026 selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi publik bersama Gadis Arivia yang membahas tema "Kontribusi Strategis Perempuan dalam Transisi Hijau yang Berkeadilan”. Lewat diskusi ini, Gadis Arivia menyampaikan gagasan dan pemikirannya soal kontribusi perempuan adat dalam keberlanjutan ekologis. Peluncuran Toeti Heraty Scholarship Angkatan Kelima menandai dimulainya perjalanan sembilan penerima beasiswa dalam mengikuti rangkaian program THS 2026. Melalui program ini, Yayasan Jurnal Perempuan bersama Yayasan Toeti Heraty Roosseno berharap para penerima dapat mengembangkan pemikiran kritis serta terus berkontribusi dalam perjuangan kesetaraan dan keadilan sosial. (Alena Vionira) Comments are closed.
|
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
July 2026
Categories |

RSS Feed