Dok. Jurnal Perempuan Kamis (7/8/25), Tim Jurnal Perempuan berkesempatan menghadiri pembukaan rangkaian Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 yang diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Kasepuhan Guradog, Kabupaten Lebak, Banten. Tema perayaan HIMAS tahun ini meneruskan tema yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): "Memperkuat Hak untuk Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan". Tema ini menegaskan posisi masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan, mengingat bahwa masyarakat adat memegang pengetahuan yang dititipkan oleh leluhur dan terus diwariskan dalam menjaga kedaulatan pangan di komunitasnya. Kendati demikian, masyarakat adat harus terus-menerus berjuang untuk mempertahankan wilayah adatnya dari berbagai ancaman, baik kolonialisme masa lalu hingga serbuan investasi dan agenda pembangunan yang dijalankan hari ini. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat adat untuk memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan nasibnya sendiri, sekaligus memiliki hak penuh atas sumber daya yang ada di wilayah adat. Hak masyarakat adat untuk menentukan nasib sendiri menjadi dasar untuk menjaga kedaulatan pangan di komunitas. Masyarakat adat harus diakui dan dilindungi sebagai garda terdepan dalam menjaga pangan dan sumber kehidupan di seluruh dunia. HIMAS, yang diperingati setiap 9 Agustus, lantas menjadi momentum untuk memperingati dan merayakan perlawanan gerakan masyarakat adat di seluruh dunia terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan, serta menyerukan komitmen mereka untuk terus hadir dan menolak punah. Dua hari pertama rangkaian Perayaan HIMAS 2025 dibuka dengan kegiatan Konsolidasi Perempuan Pemimpin dan Konsolidasi Jurnalis Masyarakat Adat. Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Sekretaris Jendral AMAN, Rukka Simbolinggi, bersama perwakilan dari Kasepuhan Adat Guradog, H. Rahmat dan Ijah Hodijah. Konsolidasi Perempuan Pemimpin diikuti oleh 50 Perempuan Adat yang sudah teruji dan terbukti keterlibatannya dalam perjuangan masyarakat adat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan kader bagi perempuan adat yang diadakan oleh Pengurus Besar (PB) AMAN. Suara perempuan adat sangat penting, khususnya karena peran mereka yang sering tertutup oleh laki-laki, dan peran domestik perempuan seringkali dikecilkan oleh aktivisme "heroik" laki-laki. Konsolidasi Jurnalis Masyarakat Adat merupakan pertemuan sekitar 50 orang kader-kader Jurnalis Masyarakat Adat yang telah dilatih oleh AMAN sejak 2017 dari berbagai daerah untuk mewartakan berbagai persoalan dan pencapaian masyarakat adat, baik di komunitas masyarakat adat, media-media alternatif, maupun di ruang gerakan lainnya. Kehadiran jurnalis masyarakat adat dianggap perlu karena pemberitaan media arus utama terhadap masyarakat adat sering kali kurang banyak, dan sekalipun ada terkadang bersifat kurang berimbang, mengobjektifikasi masyarakat adat, dan cenderung memberikan representasi yang keliru terhadap praksis masyarakat adat. Kendati demikian, para jurnalis masyarakat adat kerap mengalami pembungkaman, ancaman, intimidasi, penyensoran, hingga kekerasan fisik dari aparat dan perusahaan-perusahaan besar. Mereka juga seringkali tidak diakui sebagai pers, dan tidak menerima pengakuan perlindungan atas hak-hak mereka sebagaimana wartawan media arus utama. Konsolidasi ini lantas bermaksud untuk membahas pembentukan Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat sebagai suatu badan/identitas pers dengan legalitas yang jelas, sekaligus meneguhkannya sebagai alat media masyarakat adat untuk membangun solidaritas, memperluas jangkauan dan melawan narasi arus utama. Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat yang dideklarasikan pada perayaan inti HIMAS 2025 di tanggal 9 Agustus.
Rangkaian kegiatan HIMAS 2025 berlangsung dari 7 Agustus 2025 hingga puncaknya pada 9 Agustus 2025 lalu. Perayaan inti HIMAS 2025 akan diramaikan oleh kegiatan pawai budaya, ritual adat, dialog publik, pangggung budaya, pertunjukan seni, hingga pameran pangan dan kuliner masyarakat adat. (Faiz Abimanyu Wiguna) Comments are closed.
|
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
January 2026
Categories |

RSS Feed