Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

HIMAS 2025 Menyerukan Hak Masyarakat Adat untuk Menentukan Nasib Sendiri demi Mewujudkan Kedaulatan Pangan

11/8/2025

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Kamis (7/8/25), Tim Jurnal Perempuan berkesempatan menghadiri pembukaan rangkaian Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 yang diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Kasepuhan Guradog, Kabupaten Lebak, Banten. Tema perayaan HIMAS tahun ini meneruskan tema yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): "Memperkuat Hak untuk Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan".

     ​Tema ini menegaskan posisi masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan, mengingat bahwa masyarakat adat memegang pengetahuan yang dititipkan oleh leluhur dan terus diwariskan dalam menjaga kedaulatan pangan di komunitasnya. Kendati demikian, masyarakat adat harus terus-menerus berjuang untuk mempertahankan wilayah adatnya dari berbagai ancaman, baik kolonialisme masa lalu hingga serbuan investasi dan agenda pembangunan yang dijalankan hari ini.
​
     Oleh karena itu, penting bagi masyarakat adat untuk memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan nasibnya sendiri, sekaligus memiliki hak penuh atas sumber daya yang ada di wilayah adat. Hak masyarakat adat untuk menentukan nasib sendiri menjadi dasar untuk menjaga kedaulatan pangan di komunitas. Masyarakat adat harus diakui dan dilindungi sebagai garda terdepan dalam menjaga pangan dan sumber kehidupan di seluruh dunia.

     ​HIMAS, yang diperingati setiap 9 Agustus, lantas menjadi momentum untuk memperingati dan merayakan perlawanan gerakan masyarakat adat di seluruh dunia terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan, serta menyerukan komitmen mereka untuk terus hadir dan menolak punah.

     Dua hari pertama rangkaian Perayaan HIMAS 2025 dibuka dengan kegiatan Konsolidasi Perempuan Pemimpin dan Konsolidasi Jurnalis Masyarakat Adat. Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Sekretaris Jendral AMAN, Rukka Simbolinggi, bersama perwakilan dari Kasepuhan Adat Guradog, H. Rahmat dan Ijah Hodijah.
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     ​Konsolidasi Perempuan Pemimpin diikuti oleh 50 Perempuan Adat yang sudah teruji dan terbukti keterlibatannya dalam perjuangan masyarakat adat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan kader bagi perempuan adat yang diadakan oleh Pengurus Besar (PB) AMAN. Suara perempuan adat sangat penting, khususnya karena peran mereka yang sering tertutup oleh laki-laki, dan peran domestik perempuan seringkali dikecilkan oleh aktivisme "heroik" laki-laki.

     ​Konsolidasi Jurnalis Masyarakat Adat merupakan pertemuan sekitar 50 orang kader-kader Jurnalis Masyarakat Adat yang telah dilatih oleh AMAN sejak 2017 dari berbagai daerah untuk mewartakan berbagai persoalan dan pencapaian masyarakat adat, baik di komunitas masyarakat adat, media-media alternatif, maupun di ruang gerakan lainnya. Kehadiran jurnalis masyarakat adat dianggap perlu karena pemberitaan media arus utama terhadap masyarakat adat sering kali kurang banyak, dan sekalipun ada terkadang bersifat kurang berimbang, mengobjektifikasi masyarakat adat, dan cenderung memberikan representasi yang keliru terhadap praksis masyarakat adat.
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     Kendati demikian, para jurnalis masyarakat adat kerap mengalami pembungkaman, ancaman, intimidasi, penyensoran, hingga kekerasan fisik dari aparat dan perusahaan-perusahaan besar. Mereka juga seringkali tidak diakui sebagai pers, dan tidak menerima pengakuan perlindungan atas hak-hak mereka sebagaimana wartawan media arus utama. Konsolidasi ini lantas bermaksud untuk membahas pembentukan Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat sebagai suatu badan/identitas pers dengan legalitas yang jelas, sekaligus meneguhkannya sebagai alat media masyarakat adat untuk membangun solidaritas, memperluas jangkauan dan melawan narasi arus utama. Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat yang dideklarasikan pada perayaan inti HIMAS 2025 di tanggal 9 Agustus.

     ​Rangkaian kegiatan HIMAS 2025 berlangsung dari 7 Agustus 2025 hingga puncaknya pada 9 Agustus 2025 lalu. Perayaan inti HIMAS 2025 akan diramaikan oleh kegiatan pawai budaya, ritual adat, dialog publik, pangggung budaya, pertunjukan seni, hingga pameran pangan dan kuliner masyarakat adat. (Faiz Abimanyu Wiguna)
​

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025