Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Dari Aliansi Perempuan Indonesia untuk Penghapusan Kekerasan dan Penegakan Negara Berkeadilan

30/8/2025

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Jumat (29/8/2025), Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyatakan sikap tegas atas meningkatnya kekerasan negara dalam merespons aksi rakyat. Dalam konferensi pers akhir Agustus 2025, API menyoroti situasi krisis sosial-ekonomi yang menjerat rakyat. Mulai dari PHK massal, pengangguran, hingga kelaparan. Sementara pemerintah justru menaikkan fasilitas dan tunjangan anggota DPR yang nilainya fantastis. Kontradiksi ini menambah kemarahan rakyat, terutama perempuan yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga dan ruang publik.
​

     Forum ini dibuka dengan ungkapan bela sungkawa untuk alm. Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) aparat saat aksi. API menegaskan kematian Affan adalah simbol berulangnya pelanggaran HAM dan impunitas aparat. “Membunuh satu jiwa sama dengan membunuh seluruh manusia,” ujar Diana Karmila. Affan disebut sebagai martir yang merepresentasikan kebrutalan negara terhadap rakyat yang hanya menuntut keadilan.

     Suara dari berbagai daerah memperlihatkan represi dan ketidakadilan yang meluas. Dari Palu, Stevi dari Perempuan Mahardika menjelaskan bahwa kenaikan pajak mendorong harga kebutuhan pokok naik, memaksa perempuan miskin untuk terus berhemat hingga mengorbankan kebutuhan dasar. Tekanan finansial memicu stres dan kekerasan dalam rumah tangga, menambah beban perempuan yang sudah berat.

     Dari Makassar, Dian dari Girl No Abuse menyoroti bagaimana pemangkasan anggaran perlindungan perempuan dan anak justru membuat korban kekerasan kehilangan akses bantuan. Pusat layanan yang dulu bisa diakses rutin kini hanya beroperasi sebulan bahkan tiga bulan sekali. Rumah aman kekurangan biaya, hingga tak mampu memenuhi kebutuhan dasar korban. Sementara itu, pajak rakyat dipakai untuk membeli gas air mata dan peluru yang digunakan aparat untuk melawan rakyat sendiri.

     Dari Papua, Ana dari Aliansi Mahasiswa Papua menceritakan bagaimana aksi damai rakyat Sorong ditanggapi dengan tembakan, penangkapan, dan pemukulan. Negara mempropagandakan perlawanan rakyat Papua sebagai kriminalitas, padahal itu adalah ekspresi demokrasi. Ia menegaskan penindasan yang dialami rakyat Papua sejatinya sama dengan rakyat di wilayah lain: kekerasan militer, kriminalisasi, dan pembungkaman. Solidaritas lintas wilayah dan lintas isu, adalah kunci perlawanan.

     ​Suara dari Manado melalui Sasa menyoroti pengalaman pelecehan aparat terhadap aktivis perempuan yang menolak reklamasi pantai. Ia menegaskan perempuan di garis depan perjuangan lingkungan mengalami kekerasan berlapis: kehilangan ruang hidup sekaligus menghadapi represi seksual dan kriminalisasi. Dari Pontianak, LBH Kalbar melaporkan aksi rakyat dibubarkan dengan gas air mata, intimidasi, dan penangkapan sewenang-wenang, termasuk terhadap anak-anak. Belasan orang ditahan, dipukul, dan digeledah tanpa dasar hukum, menunjukkan parahnya pelanggaran HAM yang dilakukan aparat.
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     Kesaksian lintas daerah ini menegaskan bahwa kekerasan negara bukan peristiwa sporadis, melainkan sistematis. Pola yang muncul selalu sama, yaitu rakyat menuntut hak, negara merespons dengan represi. Di satu sisi, anggaran negara terus diarahkan untuk belanja militer dan kemewahan pejabat. Di sisi lain, layanan dasar bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan justru dipangkas. Demokrasi di Indonesia semakin ditutup rapat dengan kekerasan.

     Dalam sikap politiknya, API menuntut dihentikannya segala bentuk kekerasan negara terhadap massa aksi, pencabutan fasilitas dan tunjangan DPR RI, serta investigasi transparan dan akuntabel atas kematian Affan Kurniawan dan korban-korban lainnya. API juga menyerukan penghentian impunitas aparat dan pengalihan anggaran dari belanja militer menuju perlindungan sosial yang berpihak pada rakyat. Aliansi menegaskan kemarahan ini tidak akan berhenti di meja konferensi pers. Aksi serentak pada 1 September 2025 dipersiapkan untuk memperlihatkan kekuatan kolektif perempuan dan rakyat.

     Konferensi pers ditutup dengan seruan solidaritas nasional. API mengajak seluruh kelompok, mulai dari buruh, tani, nelayan, mahasiswa, masyarakat adat, komunitas LGBT, penyintas kekerasan, hingga kelompok minoritas etnis untuk bersatu melawan arogansi negara. Perjuangan ini bukan hanya untuk menghentikan satu kasus, tetapi untuk mewujudkan masa depan yang adil, setara, dan bebas dari kekerasan.

     ​Isu perempuan tidak terpisahkan dari persoalan struktural bangsa. Perempuan menjadi yang paling terdampak oleh krisis ekonomi dan kekerasan negara, tetapi juga menjadi kekuatan terdepan dalam perjuangan. Kematian Affan Kurniawan adalah luka sekaligus api semangat yang harus dijaga, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Dari perempuan, untuk rakyat, inilah suara perlawanan yang menolak tunduk dan terus menuntut keadilan. (Inun Fariha Nuhba)

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025