Jurnal Perempuan
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025
Warta Feminis

Cerita Cinta Tanpa Batas: Peluncuran Buku “Kamarina Rindu Cinta” dan Diskusi Literasi Inklusif

21/1/2026

 
PictureDok. Jurnal Perempuan
     Dalam rangka memperingati Hari Braille Internasional, Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan diskusi dan peluncuran novel “Kamarina Rindu Cinta” karya Firliana Purwanti di Jakarta pada Rabu (14/1/2026). Selain berbentuk fisik, buku ini diluncurkan dalam bentuk audio digital dengan format Digital Accessible Information System (DAISY) dan E-PUB yang aksesibel bagi pembaca disabilitas netra. Acara ini mengundang Dina Lorenza (pekerja seni sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat), Aria Indrawati (Humas Yayasan Mitra Netra) serta dimoderatori oleh Hadianti Ramadhani, seorang digital content creator dan penulis disabilitas netra.

     ​Dalam novelnya, Firliana Purwanti mengisahkan perempuan bernama Kamarina yang berani memulai kembali hidup dan cinta dengan latar lintas budaya dan negara setelah bercerai pada usia 37 tahun. Melalui kisah ini, Firliana ingin membongkar stigma negatif terhadap janda yang sering kali menjebak perempuan dalam ketakutan untuk meninggalkan pernikahan yang penuh kekerasan. Dengan menunjukkan bagaimana hidup setelah perceraian itu juga bisa menyenangkan, Firliana berharap perempuan dan setiap pembaca lainnya dapat menemukan kekuatan untuk menyuarakan pengalamannya dan mengambil keputusan bagi kehidupannya.
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     Peluncuran buku yang aksesibel bagi pembaca disabilitas netra menjadi upaya Firliana dalam mewujudkan keadilan dan menghormati martabat manusia. Baginya, buku seharusnya tidak memiliki batas penglihatan. Ia sadar bahwa upaya untuk meningkatkan kepekaan terhadap disabilitas netra membutuhkan perubahan perspektif dari lingkungan sekitar dalam mengakomodasi kebutuhan mereka.

     ​Aria Indrawati menyoroti pentingnya kolaborasi antara penulis, penerbit, dan lembaga literasi untuk memperluas dan mempermudah akses literasi yang inklusif sebab itulah hak dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Ia menegaskan bahwa literasi inklusif merupakan langkah penting dalam memahami keberagaman dalam masyarakat secara bermakna. Baginya, inklusivitas bukanlah hal rumit, yang penting adalah kemauan dan kesadaran yang peka terhadap keberagaman sejak awal proses penerbitan.
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     Dina Lorenza menegaskan bahwa akses literasi bagi penyandang disabilitas merupakan mandat konstitusional. Ia melihat bahwa dunia seni di Indonesia sudah mulai memperhitungkan disabilitas netra, meskipun masih diwujudkan secara perorangan seperti yang dilakukan oleh Firliana. Dengan ragamnya seni yang ada, seperti seni peran, tari, musik, dan lain sebagainya, ia melihat potensi besar dalam mengadakan acara-acara sosial yang mana penyandang disabilitas dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan budaya dan sastra. ​
Picture
Dok. Jurnal Perempuan
     Para narasumber menutup diskusi dengan menegaskan harapan mereka terhadap literasi di Indonesia yang lebih inklusif. Mereka berharap bahwa penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek aktif dalam seni. Dengan keberagaman yang dimilikinya, disabilitas netra memiliki imajinasi yang lebih luas dalam menuliskan cerita. Dengan bentuk pengalaman yang berbeda, disabilitas netra memiliki kekuatan untuk mendeskripsikan sesuatu secara unik dan lebih “vivid”. Mereka dapat membawa perspektif baru dalam cara mereka mengalami dunia yang mungkin belum terlalu diangkat dalam dunia literasi. Oleh karena itu, diskusi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi disabilitas netra untuk terus berkarya, serta harapan akan penganekaragaman dan diversifikasi pekerjaan disabilitas netra yang semakin bertumbuh. 

     ​Acara ini mengingatkan bagaimana inklusivitas merupakan kepentingan yang perlu diperjuangkan bersama-sama. Setiap orang memiliki cerita yang berhak untuk didengar. Oleh karena itu, perjuangan dimulai dari berbagi kekuatan dengan sesama dan saling memberdayakan setiap orang tanpa terkecuali. Tidak ada hak yang boleh dilupakan. (Davina Dachi)

Comments are closed.
    Jurnal Perempuan
    ​
    terindeks di:
    Picture

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    April 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    September 2021
    August 2021
    July 2021
    June 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    October 2020
    August 2020
    July 2020
    June 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    November 2019
    October 2019
    September 2019
    August 2019
    July 2019
    June 2019
    May 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    December 2018
    November 2018
    October 2018
    September 2018
    August 2018
    July 2018
    June 2018
    May 2018
    April 2018
    March 2018
    February 2018
    January 2018
    December 2017
    October 2017
    September 2017
    August 2017
    July 2017
    June 2017
    May 2017
    April 2017
    March 2017
    December 2016
    November 2016
    September 2016
    August 2016
    July 2016
    June 2016
    May 2016
    April 2016
    March 2016
    February 2016
    January 2016
    December 2015
    November 2015
    October 2015
    September 2015
    August 2015
    July 2015
    June 2015
    May 2015
    April 2015
    March 2015
    February 2015
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    October 2014
    September 2014
    August 2014
    July 2014
    June 2014

    Categories

    All

    RSS Feed

Yayasan Jurnal Perempuan| Alamanda Tower, 25th Floor | Jl. T.B. Simatupang Kav. 23-24 Jakarta 12430 | Telp. +62 21 2965 7992 Fax. +62 21 2927 7888 | [email protected]
  • TENTANG KAMI
    • Profil
    • Kontak
    • Laporan Tahunan
    • Demo Suara Ibu Peduli
    • Rilis JP
  • Jurnal Perempuan
    • Indonesian Feminist Journal
    • Kirim Tulisan
  • YJP PRESS
    • Buku Seri YJP Press
  • KAFFE
    • Booklet KAFFE
  • Podcast JP
    • Radio JP
  • Sahabat JP
    • Daftar Nama SJP
    • International Friends of JP
    • Blog SJP
    • Gathering SJP
  • Wacana Feminis
    • Tokoh Feminis
    • Cerpen/Puisi Feminis
  • Warta Feminis
  • Warung JP
    • Daftar Toko Buku
  • Toeti Heraty Scholarship
    • Biodata Penerima Beasiswa 2022
    • Biodata Penerima Beasiswa 2023
    • Biodata Penerima Beasiswa 2024
    • Biodata Penerima Beasiswa 2025