Dipinggirkan hingga Dibungkam: Hilangnya Suara Perempuan Adat Dibahas dalam KAFFE Desember 202519/12/2025
Dok. Jurnal Perempuan Kajian Feminisme dan Filsafat (KAFFE) bertajuk “Gender di Ruang Adat: Membaca Ulang Aturan Peran dan Kekuasaan melalui Feminist Legal Theory” dilangsungkan via Zoom Meeting pada Kamis (18/12/2025). Kajian kali ini mengungkap peminggiran perempuan dalam ruang dengan kuasa yang ada di balik klaim pelestarian nilai dan identitas budaya, praktik hukum adat di berbagai wilayah Indonesia. KAFFE Desember 2025 mengundang Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo selaku dosen di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai pengajar kelas. Dok. Jurnal Perempuan Perlindungan pekerja migran Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi politik nasional, meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, serta krisis ekologi yang kian mempersempit ruang hidup masyarakat. Kompleksitas persoalan ini dibahas secara mendalam dalam Dialog Publik “Situasi Pekerja Migran Indonesia dalam Dinamika Ekonomi Politik Nasional, Gejolak Geopolitik, dan Krisis Ekologi” yang diselenggarakan oleh Migrant CARE pada Senin (15/12/2025) secara daring dan luring di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi. Melawan Lupa, Merawat Resistensi: Mendengar Kembali Suara Perempuan di Pendidikan Publik 12011/12/2025
Dok. Jurnal Perempuan Senin (8/12/25) lalu, Pendidikan Publik 120 Jurnal Perempuan dilangsungkan di Aula D Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Pendidikan Publik 120 merupakan sebuah upaya membuka kembali halaman-halaman sejarah perempuan yang selama puluhan tahun diredam oleh rezim Orde Baru. Acara ini menegaskan bahwa melawan lupa bukan hanya tugas akademik, melainkan etika politik untuk merawat demokrasi. Layar Perlawanan Perempuan Demak: Parade 16 Perahu dan Upaya Perempuan Nelayan Menolak Tenggelam10/12/2025
Dok. Puspita Bahari “Sawah hilang, akses rusak, dan setiap tahun kami harus meninggikan rumah. Reklamasi dan jalan tol membuat keadaan makin buruk.” (Lasmiyah, Perempuan Nelayan) Cerita Lasmiyah dari Dukuh Timbulsloko mengungkap wajah suram pembangunan yang telah memperburuk ketidakadilan iklim bagi perempuan di pesisir Demak. Pembangunan yang seharusnya dinikmati oleh perempuan, justru menjadi penyebab utama perempuan kehilangan mata pencaharian, tenggelamnya permukiman dan terisolasi dari berbagai fasilitas publik. Desa-desa di pesisir perlahan tenggelam, banjir rob semakin sering dan meluas, sementara rumah serta mata pencaharian hilang satu per satu. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
January 2026
Categories |




RSS Feed