Dok. Jurnal Perempuan Sebuah forum diskusi diselenggarakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025 yang membahas isu perlindungan anak dari kekerasan berbasis gender online (KBGO). Dengan mengangkat tajuk “Lindungi Anak dari Kekerasan Digital: Waspada KBGO dan Kekerasan Seksual”, kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (27/7/2025) ini bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai bahaya kekerasan digital terhadap anak dan pentingnya langkah pencegahan yang kolaboratif. Publikasi Penerima Toeti Heraty Scholarship 2025: Menanam Benih Feminisme, Memupuk Emansipasi Sosial28/7/2025
Dok. Jurnal Perempuan Kamis (24/7/2025), telah dilaksanakan acara Publikasi Penerima Beasiswa Toeti Heraty 2025 dan diskusi publik bertema “Dari Ruang Kelas ke Ruang Perlawanan: Feminisme sebagai Proyek Emansipasi Sosial”. Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube. Acara ini dipandu langsung oleh Andi Thoifatul Misbach selaku Koordinator Beasiswa Toeti Heraty 2025 dan juga menjadi moderator dalam diskusi tersebut. Dok. Jurnal Perempuan Agenda Women, Peace, and Security (WPS) yang digerakkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama kalinya pada tahun 2000 menjadi topik pembahasan dalam diskusi publik yang diadakan oleh The Habibie Center pada Jumat (25/7/2025). Diskusi publik ini juga berkolaborasi dengan Kedutaan Kanada dan mengangkat tajuk “Strengthening Women’s Role in Peace and Security: Localizing Global Commitments through ASEAN Regional Action Plan and Indonesia’s National Action Plan”. Untuk mematangkan isi diskusi tentang peran perempuan dalam agenda perdamaian dan keamanan, narasumber-narasumber dengan beragam latar belakang mengisi perbincangan kali ini. Dok. Goethe-Institut Indonesien / Inge Dhewanti Kita tidak pernah membicarakan mengenai harapan yang hadir dalam pemikiran Hannah Arendt. Meski betul bahwa Arendt tidak secara spesifik menuliskan mengenai afeksi, empatik, atau harapan dalam tulisan-tulisannya. Namun, hal tersebut dapat kita terjemahkan di masa sekarang yang kerap menganggap filsafat tidak menjejakkan kaki atau kurang berefleksi. Kira-kira seperti itu yang disampaikan oleh Ikhaputri Widiantini pada pembukaan presentasinya berjudul "Membaca Arendt Lewat Layar: Politik Harapan di Tengah Banalitas" pada Jumat (18/7/2015) yang lalu. Dok. Jurnal Perempuan Pada Selasa (15/7/2025), Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) meluncurkan hasil riset “Aksesibilitas Layanan Situs Web Layanan Publik Indonesia untuk Disabilitas Netra”. Dalam proses riset ini SAFENet bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta untuk mengadakan survei. Dok. Jurnal Perempuan Senin (14/7/2025), Lembaga Partisipasi Perempuan kembali mengadakan kegiatan Webinar dengan judul Penyangkalan Perkosaan Massal dalam Kerusuhan Mei 1998 dan Dampaknya bagi Korban. Webinar ini menghadirkan dua narasumber yaitu, Marzuki Darusman (Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998) dan Sondang Frishka Simanjuntak (Komisioner Komnas Perempuan Periode 2025-2030), dipandu oleh Dea Safira Basuki (aktivis feminis). Dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting, acara ini dihadiri oleh para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pegiat hukum, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta kerusuhan Mei 1998, keluarga korban kekerasan seksual, dan masyarakat umum. Dok. Jurnal Perempuan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bekerjasama dengan INKLUSI untuk mengadakan acara diskusi dengan tajuk “Kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku Pesantren Ramah Anak”, Selasa (8/7/2025). Acara ini membedah dua buku, yakni Menuju Pesantren Ramah Anak dan Menjaga Marwah Pesantren. Kedua buku ini merupakan hasil penelitian dari sebuah tim penelitian yang terdiri dari Windy Triana, Haula Noor, Narila Mutia Nasir, Aptiani Nur Jannah, Savran Billahi, Grace Sandra Pramesty Rachmanda, Bambang Ruswandi, Fikri Fahrul Faiz, Dedy Ibmar, dan Citra Dwikasari. Dok. Jurnal Perempuan Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-9 Program Studi Kajian Gender Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, diselenggarakan sebuah seri diskusi akademik dengan tajuk utama “Kreativitas dan Aktivisme dalam Riset Gender-Interseksional”. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog kritis dan reflektif mengenai perkembangan riset-riset gender yang bersifat interseksional, kreatif, dan berpihak pada pengalaman perempuan dari berbagai latar. Seri diskusi ini terbagi ke dalam beberapa sesi, dan pada Kamis (3/7/2025) sesi ketiga dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting dengan judul khusus “Digital Citizenship & Girls’ Gender Empowerment”. Narasumber utama dalam diskusi kali ini adalah Dr. Annisa Beta, akademisi dari School of Culture and Communication, University of Melbourne, Australia. |
Jurnal Perempuan
terindeks di: Archives
December 2025
Categories |








RSS Feed