|
Oleh: Dewi Nova Negara tanpa suara migran Balita kehilangan puting induknya Kelaparan yang tak dimengerti Pemiskinan yang kehilangan narasi Sebab apa, perempuan dari gunung-gunung yang dikeruk, dari pantai-pantai yang hilang menuju rumah majikan yang jauh Melintas batas pulau, negara, bahasa, agama, dan budaya Sebagian besar menjadi budak, sebagian kecil saja dihargai sebagai pekerja, bukan karena konstitusi, melainkan kebaikan si pemberi kerja Seperti main ular tangga Antara diberi tangga atau ditelan ular Siapa yang menentukan? Negara tanpa suara migran
Kehilangan ketajaman pendengaran dan pandangan atas pemiskinan yang terus direproduksi Pembangunanisme yang membunuh ruang-ruang hidup jelata di gunung-gunung, pantai-pantai dan lapak-lapak di kota Siapa akan bercerita? Setelah gunung dan laut begitu murah diprivatisasi Anak-anak perempuan, istri-istri yang muda menjadi komoditas selanjutnya Siapa yang akan mendengar? Bila ribuan suara mereka hilang dan dihilangkan Karena disekap jam kerja Karena perubahan sistem yang tak dikabarkan Karena kecurangan setan buncit Negara tanpa suara migran Perahu kehilangan nakoda Bahtera yang diombang-ambing samudera neoliberalis Gunung yang ranggas Pantai yang hilang Kota yang renta Kehilangan juru bicara Tubuh yang diperbudak Pikiran yang disangkal Rahim yang dipertaruhkan Buruh yang tidak diakui-dilindungi sebagai pekerja Kehilangan suara Negara tanpa suara migran bahtera kehilangan arah tenggelam dalam perut segelintir orang Negara menyangkal kontrak politik Ia ada, karena rakyat pernah memberi dan mengakuinya Negara tanpa suara migran Kerajaan yang segera musnah dimakan rayap ketamakan *** Dewi Nova, puisi dan cerpennya tersebar di beberapa media massa. Buku yang diterbitkannya antara lain Burung-Burung Bersayap Air (Kumpulan puisi) dan Perempuan Kopi (Kumpulan cerita pendek). Puluhan pertunjukan puisi-puisi resistancenya Dewi bawakan di komunitas sastra, berbagai acara gerakan sosial dan badan-badan negara –UN Women, Uni Eropa, Kedubes Amerika Serikat, dan Komnas Perempuan. Dewi juga memberikan kelas menulis kreatif bagi serikat buruh, pekerja seks, komunitas difabel, dan LGBTIQ. Dewi dapat dihubungi melalui [email protected] Comments are closed.
|
AuthorKumpulan Cerpen Archives
June 2025
Categories |
RSS Feed