|
Oleh: Soe Tjen Marching Sarah, di jantung pasar rempah siluetmu semerbak madah tanganku menadah penaka mezbah saat kautukar murku dengan lada permata dengan buah ara Kau ajak aku hijrah dari Mesir — menguap dupa berbagai Tuhan warni-warna dari purnama, badut, anjing sampai kuda sesaji bulanan dicicil mirip arisan menuju Kanaan — tanah perjanjian Esa yang Maha tak bisa dikelakar apalagi digambar namun titahnya lebih mengerikan dari jagal kesurupan overdosis obat cacingan kuduk kita meremang saat suami mendengar mandat Sang Esa menggiring putra ke altar hampa untuk digorok lehernya laiknya jailangkung haus darah Sarah, kuumpankan domba paling gemuk agar suami yang kebelet menggorok bisa melampiaskan nafsunya dan melepas sang Putra Namun hari itu tiba, terik matamu mengobar bara pantulan ragu dan iba menggapai-gapai mohon selamat semua kau bakar lantak kau campakkan aku dan Ismail ke pusar Sahara kau tak lagi sudi sepiring berdua lalu kau tak rela serumah berdua walau kita sudah sepeli berdua menjadi istri Sang Khalilullah lebih bergengsi daripada bersaudara dengan perempuan yang sudah bosan jaga imej sang suami untuk tampil jadi Nabi menjadi istri pengabdi lebih elegan daripada berintiman perempuan yang terlalu berani menyintai sesama * Kini kita menjelma dalam negeri tujuh setan desa menyalibkan perempuan di halaman rumah mengulitinya dengan meriah bentala penuh kelapa menjelma ladang kepala kawan-kawanku dituai laskar juru selamatmu berakidah Abraham dahulu begitu yakin penyucian memerlukan penyembelihan kalian bertakwa Ketuhanan berdaulat memperkosa Kemanusiaan Sarah, terik matamu terfirman angkara ragu dan iba terakhir kali meregang nyawa memohon dalam senyapmu kau cekik satu per satu tak sudi mencari kambing pengganti pasukan loreng mengutus kau, tanpa sela melempar batu pertama diiringi serbuan maki mengoyak waras Bumi: “GERWANI!” *** Soe Tjen Marching adalah dosen Senior di Studi Asia Tenggara di SOAS University of London. Selain sebagai dosen, Soe Tjen juga seorang komponis dan penulis. Selain diterbitkan di Indonesia, buku-bukunya telah diterbitkan di beberapa negara di Eropa dan Britania. Puisi di atas adalah versi panjang dari puisi yang sudah dimuat dalam kumpulan puisi Soe Tjen yang diterbitkan Teroka Press, berjudul Tiga Kitab.
Comments are closed.
|
AuthorKumpulan Cerpen Archives
March 2026
Categories |
RSS Feed