Rumah adat masyarakat Sahu | Dok. Jeane Prescilia Pakka Jeane Prescilia Pakka (Mahasiswa S-2 Sosiologi Agama, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana) Tubuh perempuan sejak lama menjadi ruang tempat berbagai tafsir sosial bertarung. Bukan hanya soal daging dan darah, melainkan simbol nilai, kehormatan, dan moralitas yang dikontrol oleh sistem budaya. Di banyak masyarakat tradisional, tubuh perempuan dianggap sebagai penanda keseimbangan sosial di mana tubuh yang harus dijaga, ditata, dan diawasi demi mempertahankan kehormatan komunitas. Namun, di balik penghormatan itu tersembunyi kuasa yang menundukkan. Perempuan disatu sisi dimuliakan, tetapi juga dibungkam oleh tafsir adat yang didominasi oleh suara laki-laki.
0 Comments
|
AuthorSahabat Jurnal Perempuan Archives
November 2025
Categories |

RSS Feed