Dok. Jurnal Perempuan Khairullah Arsyad (Mahasiswa S2 Universitas Hasanuddin) Kita hidup dalam zaman yang penuh akan pergulatan globalisasi, persaingan akademik, dan tuntutan akan kesetaraan. Universitas, sebagai ruang berpikir kritis, seharusnya menjadi tempat yang aman dan adil bagi semua. Universitas, sebagai ruang berpikir dan pembentuk kesadaran kritis, tidak luput dari berbagai ketimpangan struktural dan budaya yang cenderung mempertahankan hierarki kuasa antara dosen dan mahasiswa, laki-laki dan perempuan, maupun antara lembaga dan individu. Di balik semangat meritokrasi dan prestasi, sering tersembunyi praktik-praktik eksklusi, diskriminasi, hingga kekerasan simbolik yang membatasi hak dan ruang aman, terutama bagi mahasiswa perempuan.
0 Comments
Dok. Penerbit Sitti Nurliani Khanazahrah (Pendiri Rumah Kajian Filsafat Makassar, Pembina Komunitas Literasi Perempuan Makassar) Untuk pemesanan buku melalui pengembaraanpikiran.blogspot.com Tak bisa disangkal, kita hidup dalam dunia yang gemar memberi batas. Antara laki-laki dan perempuan, antara Muslim dan non-Muslim, antara yang disebut saleh dan yang dituduh sesat. Dalam realitas yang sarat sekat itu, buku ini hadir seperti hujan pertama yang menyapa tanah kering. Membawa harapan, menyuburkan dialog, dan merayakan perjumpaan. |
AuthorSahabat Jurnal Perempuan Archives
November 2025
Categories |


RSS Feed