Dok. Hana Rusmalia Hana Rusmalia (Mahasiswa S-1 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Bagi perempuan, kedatangan menstruasi—atau yang kerap disamarkan sebagai ‘tamu bulanan’—adalah rutinitas yang niscaya, alarm biologis yang setia, penanda bahwa ada kehidupan lain yang terus berputar di dalam tubuh. Namun jujur, berapa banyak perempuan yang benar-benar menyambut hari pertama menstruasi dengan helaan napas legas dan waktu cukup untuk beristirahat? Setelah mencoba untuk mengikuti ritme tubuh selama masa menstruasi, saya merasa ‘menyambut’ masa menstruasi dengan beristirahat adalah hal yang penting. Kendati begitu, apa jadinya jika perempuan tidak mengikuti ritme alamiahnya sebab masa menstruasi yang berbenturan dengan tuntutan jadwal produktivitas yang konstan? Arsyad (2026) dalam tulisannya menggambarkan, nilai seorang manusia modern yang semakin sering diukur melalui angka, skor, dan ‘produktivitas’ akan membuatnya kehilangan ruang untuk merefleksikan nilai moral dan berempati. Tak dapat dipungkiri, pilihan untuk slowing down saat menstruasi seringkali memicu rasa bersalah. Kita merasa kalah, tertinggal, dan terpaksa datang memenuhi jadwal dengan tidak berdaya.
0 Comments
Dok. Asada Nami (Shutterstock) Yasyfa Nadhira (Mahasiswa S-1 Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia) “Belajar masak sana, nanti malu kalau udah nikah.” “Kamu sebagai calon ibu harus bisa urus rumah, jangan banyak ngeluh.” Di banyak keluarga, anak perempuan pertama tumbuh di dalam sebuah paradoks. Di satu sisi, ia diperlakukan sebagai seorang anak. Namun, pada saat yang sama, ia dituntut untuk memiliki “kedewasaan” yang bahkan belum tentu dimiliki oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Sejak usia dini, ia diajarkan untuk memahami kebutuhan orang lain, menjaga adik-adiknya, serta membantu pekerjaan domestik. Dalam banyak situasi, “kedewasaan” tersebut bukanlah privilese yang dapat dipilih secara sadar, melainkan tuntutan moral yang dilekatkan melalui kebiasaan sehari-hari. |
AuthorSahabat Jurnal Perempuan Archives
June 2026
Categories |


RSS Feed