Dok. Metropolis (Tangkapan Layar Pribadi) Alifia Putri Yudanti (Mahasiswa S-2 Kajian Gender, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia) Sebagai seorang antinatalis, saya memang tidak pernah membayangkan diri saya memiliki anak. Selain karena memiliki anak di masa sekarang bagaikan penyiksaan bagi si kecil, kehamilan dan persalinan bagi saya adalah pengalaman yang sangat melelahkan dan menyakitkan. Ditambah lagi, beban ini sepenuhnya ditanggung oleh perempuan. Kesadaran tersebut membuat saya merasa sangat dekat dengan gagasan Shulamith Firestone dalam The Dialectic of Sex: The Case For Feminist Revolution (1970) mengenai “revolusi biologis”, khususnya konsep reproduksi buatan (ex utero).
0 Comments
|
AuthorSahabat Jurnal Perempuan Archives
January 2026
Categories |

RSS Feed